Minggu, 18 Januari 2015
Aku Ingin Mencari
"Ditemani seorang pendosa yg baik akhlaknya lebih kusenangi ketimbang ditemani seorang ahli ibadah yg buruk akhlaknya." - Al Fudhail
Tiba-tiba hilang begitu saja
Rasa sangat menyejukkan dalam ritual ibadah
Ada yang bilang karena pengaruh pertemanan.
Mungkin ada benarnya.
Lama kurenungkan
Aku bertanya
Kenapa ritual ibadah terasa hampa?
Rasanya ritual ibadah hanya terasa sebagai substansi teknis belaka
Bukankah esensi ibadah adalah mengingatkan kita pada kebaikan, kepada Tuhan dan sesama Manusia.
Oh aku melihat, mereka yang secara administrasi negara seiman denganku
Mereka yang secara ibadah jauh lebih canggih daripadaku, ternyata tidak menerapkan esensi dari ibadah itu sendiri: kebaikan.
Mereka yang pakaiannya seiman denganku, sibuk bergosip, sibuk memfitnah, dan tak lupa korupsi pula.
Pakaian mereka tak salah mencirikan seiman denganku.
Tapi mereka asing, mereka bukan saudaraku...
Sabtu, 03 Januari 2015
Terpesona
Saya tidak sendiri.
Ya saya menemukan kenyataan yang sama yang saya rasakan ketika saya semakin beranjak dewasa.
Bahwa saya dan teman-teman kehilangan rasa kagum.
Rasa kagum terhadap banyak hal, dari hal kecil seperti makanan enak, tempat wisata, hingga yang paling fatal adalah kehilangan rasa meriah dari sebuah perayaan hari raya.
Rasanya, ketika kecil dahulu, perayaan hari raya terasa begitu menggairahkan. Makanannya, dekorasinya, dan acara yang berlangsung merayakannya begitu meriah.
Itu dulu.
Rasanya begitu beranjak dewasa, rasa senang tak terhingga itu semakin tak terasa, seperti kopi yang terlalu lama dibiarkan, dingin dan hambar.
Rasanya perayaannya sama saja, tapi rasanya sudah tak mengagumkan lagi.
Rasanya lagu-lagu yang meyertai datangnya hari raya begitu menyejukkan.
Sebenarnya, kemana hilangnya pesona hari raya itu?
Minggu, 14 Desember 2014
Tetaplah Bersama Kami Doraemon
Waktu terbaik membuat kenangan adalah dimasa kecil dahulu kala.
Doraemon.
Sebuah fantasi fiksi yang menjadi idola hampir semua anak-anak generasi 90-an.
Waktu terus berjalan, para Childrens of 90's telah tumbuh dewasa, dan tak sedikit pula yang telah menjadi orang tua.
Sesuatu hal seperti kebanyakan tidak abadi bersama kita, tapi tidak dengan kenangan, kenangan tetap abadi, mungkin akan terlupakan untuk sementara waktu, tapi akan tiba waktu dimana kenangan itu menyeruak ke permukaan.
Stand By Me Doraemon 2014.
Seakan belum pernah tahu ceritanya, para anak-anak 90an yang kini telah dewasa, membanjiri semua sinema yang menawarkan Doraemon dengan kemasan kekinian.
Cerita masih sama saja, tapi kemasannya begitu indah dan mengharukan.
Doraemon Stand By Me telah membuat para orang dewasa menitikkan air mata, ikut merasakan kesedihan mendalam Nobita yang akan ditinggalkan Doraemon kembali kemasa depan.
Jangan...
Ya Doraemon
Jangan tinggalkan kami
Tetaplah Bersama Kami Doraemon!
Jumat, 19 September 2014
The Best Ten Jim Rohn Quotes
Quotes by Jim Rohn.
1. “Don’t wish it was easier, wish you were better. Don’t wish for less problems, wish for more skills. Don’t wish for less challenge, wish for more wisdom.”
2. “The challenge of leadership is to be strong, but not rude; be kind, but not weak; be bold, but not a bully; be thoughtful, but not lazy; be humble, but not timid; be proud, but not arrogant; have humor, but without folly.”
3. “We must all suffer one of two things: the pain of discipline or the pain of regret.”
4. “Days are expensive. When you spend a day you have one less day to spend. So make sure you spend each one wisely.”
5. “Discipline is the bridge between goals and accomplishment.”
6. “If you are not willing to risk the unusual, you will have to settle for the ordinary.”
7. “Motivation is what gets you started. Habit is what keeps you going.”
8. “Success is nothing more than a few simple disciplines, practiced every day.”
9. “Don’t join an easy crowd; you won’t grow. Go where the expectations and the demands to perform are high.”
10. “Learn how to be happy with what you have while you pursue all that you want.”
All Content Copy Paste From This: http://www.success.com/article/10-unforgettable-quotes-by-jim-rohn
1. “Don’t wish it was easier, wish you were better. Don’t wish for less problems, wish for more skills. Don’t wish for less challenge, wish for more wisdom.”
2. “The challenge of leadership is to be strong, but not rude; be kind, but not weak; be bold, but not a bully; be thoughtful, but not lazy; be humble, but not timid; be proud, but not arrogant; have humor, but without folly.”
3. “We must all suffer one of two things: the pain of discipline or the pain of regret.”
4. “Days are expensive. When you spend a day you have one less day to spend. So make sure you spend each one wisely.”
5. “Discipline is the bridge between goals and accomplishment.”
6. “If you are not willing to risk the unusual, you will have to settle for the ordinary.”
7. “Motivation is what gets you started. Habit is what keeps you going.”
8. “Success is nothing more than a few simple disciplines, practiced every day.”
9. “Don’t join an easy crowd; you won’t grow. Go where the expectations and the demands to perform are high.”
10. “Learn how to be happy with what you have while you pursue all that you want.”
All Content Copy Paste From This: http://www.success.com/article/10-unforgettable-quotes-by-jim-rohn
Minggu, 07 September 2014
Anak-Anak Matahari
Teriknya mentari menggusarkan yang dewasa
Tapi diruang yang sama bisa menjadi taman bermain bagi bocah-bocah
Mereka bersepeda berputar-putar
Mereka berlari kesana sini
Mereka tertawa dengan riang
Tak terpikirkan tentang masalah dimasa depan
Toh buat apa dipikir juga
Kekhawatiran masa depan bukankah hanya ilusi bisikan setan?
Canda tawa riang
Keringat yang mengucur
Sesaat demi waktu bermain bola
Tak penting filosofi bermain
Tak pusing dengan taktik
Tendang saja kesana kemari
Cetak gol dan rayakanlah
Kebahagiaan itu bersemayam dalam hati riang anak kecil
Maka kita yang dewasa harus kembalilah kesana
Kekanak-kanakan
Tertawa riang bersama.
Jumat, 22 Agustus 2014
Prabowo antarkan Jokowi Presiden
Dalam bukunya Outlier, Malcolm Gladwell menuliskan bahwa kesuksesan pendiri raksasa teknologi seperti Bill Gates dan Steve Jobs dikarenakan mereka dibantu oleh banyak faktor, salah satunya adalah mereka lahir diwaktu yang tepat, sehingga mereka tumbuh disaat kesiapan mereka bertemu kesempatan.
Malcolm Gladwell menyebut anak-anak beruntung itu sebagai Outlier.
Jokowi adalah Outlier Politik Indonesia.
Jika saja Prabowo tidak mencalonkan diri.
Jika saja Demokrat memenangkan pemilu legislatif dan mengantarkan Dahlan Iskan sebagai capres.
Mungkin saja Jokowi bukan Presiden Ketujuh Indonesia.
2014 adalah 16 tahun dari 1998.
Tahun 1998 adalah sebuah peristiwa maha penting dari sejarah politik Indonesia.
16 tahun adalah waktu yang cukup lama untuk mengantarkan para aktivis 98 menjadi anggota DPR dan Elit Partai di 2014 kini.
Kebencian akan penindasan orde baru masih belum punah, dan tiba-tiba saja memori itu disegarkan kembali dengan munculnya bekas menantu Suharto menjadi capres, ya orang itu adalah Prabowo.
Kebencian yang tiba-tiba muncul kembali membuat mereka elit partai dan para pengusaha kini yang mudanya dulu ditindas orde baru bergandeng tangan menghalau kembalinya orang yang akan menciptakan suasana traumatik orde baru dimasa reformasi.
Ya benar, buruknya reputasi Prabowo dikarenakan latar belakang orde barunya membuat mendukung Jokowi adalah harga mati bagi para anti orde baru.
Ya sekali lagi.
Andai kata Dahlan Iskan Capres bukannya Prabowo.
Maka bisa saja Dahlan Iskanlah Presiden Ketujuh Indonesia.
Jokowi harus berterima kasih kepada Prabowo.
Identitas orde baru Prabowo membawa berkah dukungan aktivis 98 bergulir deras kepada Jokowi.
Ya...
Prabowo antarkan Jokowi menjadi Presiden Ketujuh Indonesia.
Malcolm Gladwell menyebut anak-anak beruntung itu sebagai Outlier.
Jokowi adalah Outlier Politik Indonesia.
Jika saja Prabowo tidak mencalonkan diri.
Jika saja Demokrat memenangkan pemilu legislatif dan mengantarkan Dahlan Iskan sebagai capres.
Mungkin saja Jokowi bukan Presiden Ketujuh Indonesia.
2014 adalah 16 tahun dari 1998.
Tahun 1998 adalah sebuah peristiwa maha penting dari sejarah politik Indonesia.
16 tahun adalah waktu yang cukup lama untuk mengantarkan para aktivis 98 menjadi anggota DPR dan Elit Partai di 2014 kini.
Kebencian akan penindasan orde baru masih belum punah, dan tiba-tiba saja memori itu disegarkan kembali dengan munculnya bekas menantu Suharto menjadi capres, ya orang itu adalah Prabowo.
Kebencian yang tiba-tiba muncul kembali membuat mereka elit partai dan para pengusaha kini yang mudanya dulu ditindas orde baru bergandeng tangan menghalau kembalinya orang yang akan menciptakan suasana traumatik orde baru dimasa reformasi.
Ya benar, buruknya reputasi Prabowo dikarenakan latar belakang orde barunya membuat mendukung Jokowi adalah harga mati bagi para anti orde baru.
Ya sekali lagi.
Andai kata Dahlan Iskan Capres bukannya Prabowo.
Maka bisa saja Dahlan Iskanlah Presiden Ketujuh Indonesia.
Jokowi harus berterima kasih kepada Prabowo.
Identitas orde baru Prabowo membawa berkah dukungan aktivis 98 bergulir deras kepada Jokowi.
Ya...
Prabowo antarkan Jokowi menjadi Presiden Ketujuh Indonesia.
Minggu, 27 Juli 2014
Teduh
Disaat Idul Fitri tiba, terdengar deru Takbir dikumandangkan:
"ALLAHU AKBAR... ALLAHU AKBAR… ALLAHU AKBAR.. LAA ILAA HA ILALLAH HU ALLAHU AKBAR.. ALLAHU AKBAR WALILLAH ILHAM"
Disaat Natal datang, Nyanyian merdu sahut menyahut:
"We wish you a merry Christmas
We wish you a merry Christmas
We wish you a merry Christmas
And a happy New Year"
Berbeda memang, tapi kenangannya sama, tentang sukacita, terutama mereka yang masih putih dan polos.
Setiap orang, memiliki kenangannya, tentang kedamaiannya.
Ada yang menyelipkan kenangan indahnya diantara opor dan ketupat.
Pun ada yang bola matanya bersinar-sinar ketika menghias pohon Natal.
Damai kata mereka
Teduh hati terasa
Tidakkah itu berarti kenangan indah itu adalah sebuah hasil perayaan dengan atributnya.
Adalah luar biasa ketika masih kecil dulu.
Beruntunglah Tuhan tak pernah menumbuhkan kita langsung dewasa.
Baik itu Lebaran ataupun Natal adalah hari sukacita bagi para anak kecil
Bercanda bersama
Makan kue sepuasnya
Hanya di hari-hari itu
Entah kenapa
Waktu berjalan
Kita dewasa
Dan kegembiraan hari raya tak se-sentimentil dulu lagi
Mengapa...?
"ALLAHU AKBAR... ALLAHU AKBAR… ALLAHU AKBAR.. LAA ILAA HA ILALLAH HU ALLAHU AKBAR.. ALLAHU AKBAR WALILLAH ILHAM"
Disaat Natal datang, Nyanyian merdu sahut menyahut:
"We wish you a merry Christmas
We wish you a merry Christmas
We wish you a merry Christmas
And a happy New Year"
Berbeda memang, tapi kenangannya sama, tentang sukacita, terutama mereka yang masih putih dan polos.
Setiap orang, memiliki kenangannya, tentang kedamaiannya.
Ada yang menyelipkan kenangan indahnya diantara opor dan ketupat.
Pun ada yang bola matanya bersinar-sinar ketika menghias pohon Natal.
Damai kata mereka
Teduh hati terasa
Tidakkah itu berarti kenangan indah itu adalah sebuah hasil perayaan dengan atributnya.
Adalah luar biasa ketika masih kecil dulu.
Beruntunglah Tuhan tak pernah menumbuhkan kita langsung dewasa.
Baik itu Lebaran ataupun Natal adalah hari sukacita bagi para anak kecil
Bercanda bersama
Makan kue sepuasnya
Hanya di hari-hari itu
Entah kenapa
Waktu berjalan
Kita dewasa
Dan kegembiraan hari raya tak se-sentimentil dulu lagi
Mengapa...?
Langganan:
Postingan (Atom)
